Artikel (3)

Keywords: gemuk

#9. Makanan Fat Free, bikin Gemuk lho!

image

 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


Topik hari ini sangat penting. Disini yudha akan memberikan kita sedikit "ilmu" gimana caranya membaca label yang ada di hampir tiap kemasan makanan yang kita beli di supermarket atau dimanapun itu. Sekarang ini hampir semua makanan memberikan "Nutrition Facts" atau komposisi nutrisi yang terkandung di produk tersebut dan ini tertera di labelnya.


Nah disinilah kita suka tertipu. Banyak produk di pasaran yang menawarkan produk dengan embel-embel low fat, non- fat, fat-free dan sebagainya. Untuk orang yang kepengen turun berat badan biasanya akan langsung tergiur dengan tawaran ini karena mereka akan berpikir "wah... kalo bebas lemak bisa saya makan donk kan gak bikin gemuk?"


Kesalahan terbesar ada pada persepsi atau anggapan kebanyakan orang yang mengatakan kalau "lemak itu bikin gemuk. Jangan makan makanan yang berlemak nanti gemuk loh!"


Nah sebenarnya apa yang terjadi ya kok kita udah makan makanan yang fat-free atau makanan berlabel "DIET" tapi kok bukannya tambah langsing malah tambah gemuk?


Kita kembali lagi ke pelajaran terdahulu. Aturan umumnya adalah: kalau kita mengkonsumsi kalori lebih banyak dari yang kita keluarkan, badan kita akan mengubah kelebihan kalori itu jadi simpanan yang namanya lemak.


Nah sekarang setiap makanan pasti mengandung kalori. Mau susu non-fat kek atau fat-free dressing kek atau produk diet apapun pasti ada kalorinya. Setiap apapun yang kita makan mengandung kalori. Saat badan kita bergerak atau melakukan aktifitas sehari-hari, kita membakar kalori.


Misalkan badan kita membakar 1300 kalori per hari dan kita makan makanan dengan total 1500 kalori dalam sehari, kelebihan kalori tersebut akan dirubah jadi lemak. Nah, makanan yang fat-free atau non-fat bukan berarti bebas kalori. Biasanya kalorinya masih juga tinggi. Contohnya ya..... kita seharian minum susu non-fat, yoghurt non-fat, biskuit low-fat, diet cola dan lain-lainnya yang berlabelkan serba diet. Nah misalkan total kalori yang kita makan dari produk diet tersebut adalah 1500 kalori padahal badan kita hanya membakar 1300 kalori, walhasil ada kelebihan 200 kalori yang akan disimpan badan kita jadi persediaan lemak.


Nah sudah ngerti kan kenapa makanan yang non-fat bukan berarti bisa dimakan sebanyak-banyaknya?


Sekarang kita harus belajar bagaimana caranya membaca label makanan. Waspada dengan label non-fat karena kita harus cek sebenarnya berapa besar kalori yang terkandung didalamnya? Kalau kalorinya ternyata besar, ya sama aja boong kalau tujuan kita adalah untuk mengontrol berat badan kita.


Satu hal lagi yang orang suka gak ngerti adalah mengenai takaran saji. Misalkan disalah satu minuman soda tertera kalori per takaran saji adalah 80 kalori. Kemudian disebutkan kalau takaran saji adalah 100 mililiter. Nah kalo kita gak ngerti pasti langsung tergiur untuk membeli minuman tersebut dan langsung di minum sampai habis berhubung siang panas terik. Yang kita lupa lihat adalah kalau dalam satu kemasan tersebut isinya adalah 400 mililiter. Artinya kalau kita langsung minum satu botol itu, kalori yang kita masukkan adalah 80 kalori x 4 takaran saji yaitu sama dengan 320 kalori! Gak heran banyak orang jadi overweight karena mereka gak ngerti.


Nah ngitung kalori memang gak gampang n gak nyaman. Tapi kalau kita terbiasa, hal ini akan jadi hal yang mudah dan kita akan mendapatkan benefit di jangka panjang.


Berita baiknya adalah...


Program sarapan pagi kita, kalori maksimal hanya 200 kalori !
Juga mengandung lebih banyak vitamin & nutrisi daripada makanan yang lain.
Karena mengenyangkan, tak heran jika penggunanya mencapai 110 juta orang di 91 negara

Tue, 26 Nov 2013 @20:10

#3. Mengapa anda gemuk dan bertambah GEMUK

image

FAKTOR PENYEBAB UTAMA:


Karena Anda sarapan pagi tidak benar atau JUSTRU tidak sarapan sama sekali.
Kedua tipe inilah yang membuat anda sering lapar, ngemil dan makan tidak terkendali.


Hal ini adalah apa yang perlu anda mengerti:



  1. Badan kita membakar sejumlah kalori tertentu setiap harinya. Kalori yang dibakar oleh tubuh tiap orang berbeda. Sekarang kita anggap rata-rata wanita indonesia badannya mampu membakar 1300 kilokalori atau singkatnya kalori per hari. (dalam keadaan tanpa olahraga atau dikenal sebagai RMR atau Resting Metabolic Rate). Untuk pria, tubuhnya mampu membakar lebih tinggi - antara 2.200 - 2.500 kalori.

  2. Setiap makanan dan minuman memiliki jumlah kalori tertentu. Contohnya 1 gelas Starbucks memiliki kira-kira 600 kalori. (air putih kalorinya = 0. jadi mau minum sebanyak apapun gak bikin gemuk. Artinya mitos air putih bikin gemuk gak bener gitu loh he he he)

  3. Kelebihan kalori yang masuk ke badan kita akan secara otomatis dirubah badan kita menjadi cadangan makanan berupa lemak.

  4. Dengan demikian kalau kita mau turun berat badan, kita perlu mengkonsumsi kalori lebih sedikit dari yang dibakar badan kita. Karena kekurangan kalori yang dibutuhkan akan diambil dari cadangan di badan kita yaitu lemak. Makanya kita akan turun berat badan. Tantangannya adalah kita harus mengkonsumsi makanan dalam kalori rendah tapi tetap memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi badan kita. Kalau kita hanya sekedar ngurangin makan atau diet dg cara radikal malah membuat metabolisme badan kita jadi lambat n walhasil turun berat badan jadi sulit.

  5. Kalo kalori yang kita masukkan = kalori yang dibakar maka berat badan kita akan stabil.

  6. Kalo kita mau turun rata2 1kg per minggu, kita perlu mengkonsumsi kalori 500 kalori kurang dari yang dibakar oleh badan sehari2. Di contoh diatas, quota kalori yang bisa dimasukkan ke badan anda adalah 1450-500 = kira2 900 kalori.


Sekarang kita lihat pola makan tipikal orang Indonesia



  • Sarapan Pagi: 2 lembar roti plus selai (300 kalori)  1 gelas teh manis (150 kalori).Sarapan model begini akan memicu MAKAAAAN terus sepanjang hari !

  • Cemilan pagi 2 potong gorengan = 150 kalori

  • Makan siang (600 kalori) minuman bersoda (200 kalori)

  • Cemilan sore pergi ke Starbucks minum Vanilla Latte (600 kalori) muffin (300 kalori)

  • Makan malam (600 kalori)


Nah kalo ditotal apa yang anda makan jumlahnya 2900 kalori padahal badan anda hanya mampu membakar 1400 kalori. Yang terjadi kelebihan kalori yang sejumlah 1500 kalori disimpan badan kita jadi cadangan alias lemak.


Kalau anda tipe orang yang kelebihan berat badan, lebih baik waspada dari sekarang karena yang namanya gemuk tidak ada yang sehat. Jika anda tidak berada pada berat badan yang ideal, anda akan memperbesar resiko terserang penyakit seperti Diabetes tipe 2, jantung, kanker, dan stroke. Faktanya, 90% orang yang mengidap Diabetes tipe 2 adalah orang yang gemuk. (Yang parah adalah kalo udah gemuk bilangnya yang penting cantik dan sexy, padahal kalo langsing pasti kan jadi lebih cantik dan lebih sexy toh?)


Tantangan terbesar anda untuk menurunkan berat badan adalah menemukan suatu program nutrisi yang akan memberikan semua kebutuhan badan anda dengan kalori yang rendah, dan di saat yang sama akan memperbaiki tingkat kesehatan dan stamina anda.


Step By Step Program


Ketika anda mengikuti program ini, 10 hari pertama anda akan berlatih untuk memiliki kebiasaan baik – sarapan pagi. Kita akan tetap berkomunikasi dengan baik, sehingga saya bisa mengetahui pola makan anda selama periode tersebut.


Berdasarkan itu, saya bisa membuatkan program untuk manajemen berat badan untuk Anda, dan bisa memulai programnya di hari ke 11. Anda bisa memilih untuk menurunkan 1 kg per minggu atau 2 kg per minggu. Itu terserah Anda. Namun jika anda hanya ingin meneruskan sarapan paginya, juga tidak apa.
Kita menjadi sehat seumur hidup kita, setuju ya? Masa kita ingin sehat hanya 30 hari saja?


Jika anda ingin tahu tentang program ini dan sekaligus ingin melakukan pemesanan secara online, hubungi kami

Mon, 28 Oct 2013 @23:10

Terlalu Gemuk dan Kurang Gizi*

image

Saat kita mendengar ada seseorang yang kurang gizi, kebanyakan dari kita akan membayangkan seseorang yang kelaparan, tentu saja orang yang kekurangan nutrien dan kalori yang cukup adalah kurang gizi, namun kurang gizi dapat terjadi saat kalori bertimbun. Hanya diperlukan kelebihan makanan dengan nilai nutrisi yang cukup. Jadi, inilah kosakata baru bagi kita: “Malnubesity”. Gabungan dari kurang gizi dan obesitas yang terdengar seperti konflik terminologi, namun pada kenyataannya, malnubesity itu nyata – banyak dari kita yang terlalu gemuk dan kurang gizi.


 


Bagaimana bisa demikian? Kita harus melihat sejarah evolusi kita demi mendapatkan penjelasannya. Nenek moyang kita di zaman purba harus makan banyak makanan agar dapat memenuhi kebutuhan kalori mereka. Satu hal, mereka benar-benar aktif – membakar ribuan kalori seharinya sejalan dengan perburuan makanan mereka. Dan, diet yang penuh dengan tumbuh-tumbuhan tidak memiliki sumber kalori terkosentrasi secara berlimpah. Namun di dunia modern, pasokan makanan kita dipenuhi dengan kalori yang diproses tinggi, makanan yang berperasa yang kurang nutrien vital. Dan karena itu kita memiliki jalur yang mendorong kita untuk memakan makanan tersebut – dan bahkan menghargai diri kita atas mengkonsumsi makan tersebut – kita menjadi lebih gembira.


 


Sebagian akibatnya, banyak dari kita kebanyakan makan dan kurang gizi. Dengan diet yang memasok kalori berlebihan dan kurang vitamin, mineral dan antioksidan, kesehatan kita akan menderita. Lapisan lemak sedikit itu satu hal, namun malnubesity mendorong lemak untuk berdiam di tempat-tempat yang tidak biasa – di sekitar organ vital, seperti di lever dan pankreas, kemudian terdorong ke dalam sel dan secara signifikan berdampak pada kinerja organ.


 


Tubuh kita dibuat untuk bisa sangat aktif namun kalori kita tidak setangguh para nenek moyang kita. Banyak dari kita bekerja di situasi yang tidak membuat kita bergerak sama sekali. Tubuh kita juga dibangun untuk mengkonsumsi makanan berkualitas tinggi yang bisa didapat dari alam, namun kita hidup di lingkungan yang disebut dengan “obesogenic” – kita dikelilingi oleh makanan yang mudah didapat dan diproses tinggi dengan kalori tinggi.


 


Ketidakcocokan antara genetik kita dan gaya hidup kita ini mengarah pada suatu paradoks kurang gizi dibarengi dengan obesitas. Kita makan benar-benar terbalik dengan cara yang seharusnya. Kita harus mengkonsumsi makanan dari tumbuh-tumbuhan dan protein yang akan memaksimalkan kualitas di kalori yang relatif rendah.


 


Dan kita harus bergerak juga. Kebanyakan dari kita tidak membakar 6.000 kalori per harinya – tapi kita makan seolah-olah kita sudah melakukannya.


 


Tahukah Anda?


Aktifitas rutin memiliki banyak manfaat, dan merupakn pengendali stress, membantu menjaga berat badan dan mengurangi risiko terkena penyakit kronik parah


 


Mulailah hari anda dengan nutrisi yang baik


Untuk info lebih lanjut, hubungi kami.


 


*Susan Bowerman MS, RD, CSSD


 


 

Sun, 20 Oct 2013 @22:37

Selamat Datang
image

yudhakids


Herbalife Independen Member
Your Pesonal Wellness coach
Dumai :) Ceria
Jl Bintan No 12, Dumai Riau
Kak Marde

 

Kakmarde's Blog

JUST ANOTHER WORDPRESS.COM SITE

 

Komentar Terbaru
Copyright © 2018 yudhakids · All Rights Reserved