Artikel (7)

Keywords: diet

#9. Makanan Fat Free, bikin Gemuk lho!

image

 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


Topik hari ini sangat penting. Disini yudha akan memberikan kita sedikit "ilmu" gimana caranya membaca label yang ada di hampir tiap kemasan makanan yang kita beli di supermarket atau dimanapun itu. Sekarang ini hampir semua makanan memberikan "Nutrition Facts" atau komposisi nutrisi yang terkandung di produk tersebut dan ini tertera di labelnya.


Nah disinilah kita suka tertipu. Banyak produk di pasaran yang menawarkan produk dengan embel-embel low fat, non- fat, fat-free dan sebagainya. Untuk orang yang kepengen turun berat badan biasanya akan langsung tergiur dengan tawaran ini karena mereka akan berpikir "wah... kalo bebas lemak bisa saya makan donk kan gak bikin gemuk?"


Kesalahan terbesar ada pada persepsi atau anggapan kebanyakan orang yang mengatakan kalau "lemak itu bikin gemuk. Jangan makan makanan yang berlemak nanti gemuk loh!"


Nah sebenarnya apa yang terjadi ya kok kita udah makan makanan yang fat-free atau makanan berlabel "DIET" tapi kok bukannya tambah langsing malah tambah gemuk?


Kita kembali lagi ke pelajaran terdahulu. Aturan umumnya adalah: kalau kita mengkonsumsi kalori lebih banyak dari yang kita keluarkan, badan kita akan mengubah kelebihan kalori itu jadi simpanan yang namanya lemak.


Nah sekarang setiap makanan pasti mengandung kalori. Mau susu non-fat kek atau fat-free dressing kek atau produk diet apapun pasti ada kalorinya. Setiap apapun yang kita makan mengandung kalori. Saat badan kita bergerak atau melakukan aktifitas sehari-hari, kita membakar kalori.


Misalkan badan kita membakar 1300 kalori per hari dan kita makan makanan dengan total 1500 kalori dalam sehari, kelebihan kalori tersebut akan dirubah jadi lemak. Nah, makanan yang fat-free atau non-fat bukan berarti bebas kalori. Biasanya kalorinya masih juga tinggi. Contohnya ya..... kita seharian minum susu non-fat, yoghurt non-fat, biskuit low-fat, diet cola dan lain-lainnya yang berlabelkan serba diet. Nah misalkan total kalori yang kita makan dari produk diet tersebut adalah 1500 kalori padahal badan kita hanya membakar 1300 kalori, walhasil ada kelebihan 200 kalori yang akan disimpan badan kita jadi persediaan lemak.


Nah sudah ngerti kan kenapa makanan yang non-fat bukan berarti bisa dimakan sebanyak-banyaknya?


Sekarang kita harus belajar bagaimana caranya membaca label makanan. Waspada dengan label non-fat karena kita harus cek sebenarnya berapa besar kalori yang terkandung didalamnya? Kalau kalorinya ternyata besar, ya sama aja boong kalau tujuan kita adalah untuk mengontrol berat badan kita.


Satu hal lagi yang orang suka gak ngerti adalah mengenai takaran saji. Misalkan disalah satu minuman soda tertera kalori per takaran saji adalah 80 kalori. Kemudian disebutkan kalau takaran saji adalah 100 mililiter. Nah kalo kita gak ngerti pasti langsung tergiur untuk membeli minuman tersebut dan langsung di minum sampai habis berhubung siang panas terik. Yang kita lupa lihat adalah kalau dalam satu kemasan tersebut isinya adalah 400 mililiter. Artinya kalau kita langsung minum satu botol itu, kalori yang kita masukkan adalah 80 kalori x 4 takaran saji yaitu sama dengan 320 kalori! Gak heran banyak orang jadi overweight karena mereka gak ngerti.


Nah ngitung kalori memang gak gampang n gak nyaman. Tapi kalau kita terbiasa, hal ini akan jadi hal yang mudah dan kita akan mendapatkan benefit di jangka panjang.


Berita baiknya adalah...


Program sarapan pagi kita, kalori maksimal hanya 200 kalori !
Juga mengandung lebih banyak vitamin & nutrisi daripada makanan yang lain.
Karena mengenyangkan, tak heran jika penggunanya mencapai 110 juta orang di 91 negara

Tue, 26 Nov 2013 @20:10

#4. Bagaimana menurunkan berat badan secara permanen

image

 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


Penyebab kenaikan berat badan seseorang sebenarnya bisa disimpulkan dalam 1 kata, yaitu HABIT.


Sikat gigi sudah jadi HABIT anda yang otomatis anda lakukan tiap hari tanpa berpikir lagi.


Kenaikan berat badan anda juga dikarenakan habit atau kebiasaan buruk anda. Mulai dari kebiasaan nyemil, makan goreng-gorengan, pemilihan makanan yang buruk, termasuk juga kurangnya aktifitas. 


Masalahnya adalah, kebiasaan itu, membuat anda secara perlahan tapi pasti naik berat badan. Kenaikan yang perlahan inilah yang kadang tidak disadari sampai akhirnya anda merasa baju kita nggak muat semua dan dokter mengatakan anda harus turun berat badan karena anda punya gejala sakit jantung.


Kalau misalnya anda makan gorengan hari ini dan besok langsung naik 10 kg, pastinya anda akan berhenti makan gorengan dengan segera kan?


Sekarang mari kita meramalkan berat badan anda di masa yang akan datang.



  1. Ingat-ingat berapa berat ideal anda dulu, dan sudah berapa tahun yang lalu? Misalkan berat ideal anda dulu 60 kg dan itu sudah 5 tahun yang lalu.

  2. Ketahui berapa berat badan anda sekarang. Misalkan 75 kg.


Dari pertanyaan diatas, anda bisa menyimpulkan kalau dalam 5 tahun terakhir berat badan anda naik 15 kg. Yang juga perlu anda ketahui adalah kenaikan berat anda terutama disebabkan kebiasaan anda seperti nyemil, kurang aktifitas, dsb.


Nah, kalau anda sekarang tidak mulai merubah habit anda, (tetap nyemil, makan yang berlemak, dsb) dapat diramalkan kalau berat badan anda dalam 5 tahun kedepan akan naik 15 kg lagi! Saat ini terjadi mungkin anda akan sudah banyak masalah dengan kesehatan anda.


Rahasia memperbaiki habit, dimulai dari pagi hari, dengan pilihan sarapan pagi yang tepat.


Cobalah untuk 10 hari pertama - gunakan untuk sarapan pagi, dan di hari ke 11 kita bisa memulai program untuk pengelolaan berat badan.

Wed, 30 Oct 2013 @00:18

« 1 2

Selamat Datang
image

yudhakids


Herbalife Independen Member
Your Pesonal Wellness coach
Dumai :) Ceria
Jl Bintan No 12, Dumai Riau
Kak Marde

 

Kakmarde's Blog

JUST ANOTHER WORDPRESS.COM SITE

 

Komentar Terbaru
Copyright © 2018 yudhakids · All Rights Reserved