Artikel (7)

Keywords: makanan

Konsumsi makanan sehat di usia 20an 30an 40an 50an dst*

image

Seiring bertambahnya usia, Anda perlu menyesuaikan sedikit kebiasaan diet dan pilihan makanan setiap tahunnya

Baik di usia 20 atau 70 tahun, hall yang mendasar dalam diet tetap berlaku. Seperti, menjaga asupan protein Anda, fokus pada karbohidrat yang sehat (seperti buah dan sayuran berwarna, serta biji-bijian), dan konsumsi makanan yang menganduk lemak sehat dalam jumlah yang cukup seperti kacang-kacangan, avokat, minyak zaitun, dan ikan. Tetapi, semakin bertambahnya usia, ada beberapa poin penting dalam diet Anda yang perlu mendapatkan perhatian. Ada sedikit perubahan kebutuhan nutrisi dan kalori. Selain itu, pola makan dan olahraga Anda sering dipengaruhi oleh aktivitas sehari-hari. Jadi, berikut panduan untuk makan sehat agar tetap muda seiring bertambahnya usia.

selengkapnya...

Thu, 17 Dec 2015 @17:27

APA YANG DIMAKAN SETELAH BERLATIH

image

Apa yang Anda makan dan minum setelah Anda berlatih â dan kapan â Akankah berdampak besar pada kinerja Anda selanjutnya.

Apa yang Anda makan pertama setelah latihan?

selengkapnya...

Wed, 29 Oct 2014 @11:34

#9. Makanan Fat Free, bikin Gemuk lho!

image

 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


Topik hari ini sangat penting. Disini yudha akan memberikan kita sedikit "ilmu" gimana caranya membaca label yang ada di hampir tiap kemasan makanan yang kita beli di supermarket atau dimanapun itu. Sekarang ini hampir semua makanan memberikan "Nutrition Facts" atau komposisi nutrisi yang terkandung di produk tersebut dan ini tertera di labelnya.


Nah disinilah kita suka tertipu. Banyak produk di pasaran yang menawarkan produk dengan embel-embel low fat, non- fat, fat-free dan sebagainya. Untuk orang yang kepengen turun berat badan biasanya akan langsung tergiur dengan tawaran ini karena mereka akan berpikir "wah... kalo bebas lemak bisa saya makan donk kan gak bikin gemuk?"


Kesalahan terbesar ada pada persepsi atau anggapan kebanyakan orang yang mengatakan kalau "lemak itu bikin gemuk. Jangan makan makanan yang berlemak nanti gemuk loh!"


Nah sebenarnya apa yang terjadi ya kok kita udah makan makanan yang fat-free atau makanan berlabel "DIET" tapi kok bukannya tambah langsing malah tambah gemuk?


Kita kembali lagi ke pelajaran terdahulu. Aturan umumnya adalah: kalau kita mengkonsumsi kalori lebih banyak dari yang kita keluarkan, badan kita akan mengubah kelebihan kalori itu jadi simpanan yang namanya lemak.


Nah sekarang setiap makanan pasti mengandung kalori. Mau susu non-fat kek atau fat-free dressing kek atau produk diet apapun pasti ada kalorinya. Setiap apapun yang kita makan mengandung kalori. Saat badan kita bergerak atau melakukan aktifitas sehari-hari, kita membakar kalori.


Misalkan badan kita membakar 1300 kalori per hari dan kita makan makanan dengan total 1500 kalori dalam sehari, kelebihan kalori tersebut akan dirubah jadi lemak. Nah, makanan yang fat-free atau non-fat bukan berarti bebas kalori. Biasanya kalorinya masih juga tinggi. Contohnya ya..... kita seharian minum susu non-fat, yoghurt non-fat, biskuit low-fat, diet cola dan lain-lainnya yang berlabelkan serba diet. Nah misalkan total kalori yang kita makan dari produk diet tersebut adalah 1500 kalori padahal badan kita hanya membakar 1300 kalori, walhasil ada kelebihan 200 kalori yang akan disimpan badan kita jadi persediaan lemak.


Nah sudah ngerti kan kenapa makanan yang non-fat bukan berarti bisa dimakan sebanyak-banyaknya?


Sekarang kita harus belajar bagaimana caranya membaca label makanan. Waspada dengan label non-fat karena kita harus cek sebenarnya berapa besar kalori yang terkandung didalamnya? Kalau kalorinya ternyata besar, ya sama aja boong kalau tujuan kita adalah untuk mengontrol berat badan kita.


Satu hal lagi yang orang suka gak ngerti adalah mengenai takaran saji. Misalkan disalah satu minuman soda tertera kalori per takaran saji adalah 80 kalori. Kemudian disebutkan kalau takaran saji adalah 100 mililiter. Nah kalo kita gak ngerti pasti langsung tergiur untuk membeli minuman tersebut dan langsung di minum sampai habis berhubung siang panas terik. Yang kita lupa lihat adalah kalau dalam satu kemasan tersebut isinya adalah 400 mililiter. Artinya kalau kita langsung minum satu botol itu, kalori yang kita masukkan adalah 80 kalori x 4 takaran saji yaitu sama dengan 320 kalori! Gak heran banyak orang jadi overweight karena mereka gak ngerti.


Nah ngitung kalori memang gak gampang n gak nyaman. Tapi kalau kita terbiasa, hal ini akan jadi hal yang mudah dan kita akan mendapatkan benefit di jangka panjang.


Berita baiknya adalah...


Program sarapan pagi kita, kalori maksimal hanya 200 kalori !
Juga mengandung lebih banyak vitamin & nutrisi daripada makanan yang lain.
Karena mengenyangkan, tak heran jika penggunanya mencapai 110 juta orang di 91 negara

Tue, 26 Nov 2013 @20:10

#5. Rahasia Nutrisi

image

 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


Apa itu nutrisi? secara konsep nutrisi berbeda dengan makanan. Makanan adalah segala sesuatu yang kita makan.


Nutrisi adalah apa yang terkandung dalam makanan tersebut. Secara simpelnya anda harus mengkonsumsi makanan yang memiliki nilai nutrisi yang seimbang.


Coba cek semua kemasan makanan di dapur anda. Seharusnya, dibelakang produk itu, ada tertulis kandungan nutrisi, sertifikasi halal dan nomer Ijin Badan POM.


 


Tantangan Anda

Anda memerlukan nutrisi yang memenuhi semua kebutuhan badan anda, tapi dengan nilai kalori yang rendah. Saat ini dengan pola kehidupan yang serba cepat, orang memiliki kecenderungan untuk memilih makanan yang cepat saji, yang sebetulnya memiliki nilai nutrisi yang sangat buruk dengan jumlah kalori yang berlebihan. Atau dikenal juga dengan kalori kosong.


Secara logika orang akan berpikir, untuk mengkonsumsi kalori lebih sedikit artinya kita perlu makan lebih sedikit. Dan kita akan mulai ber"diet" ala sendiri. Problem utama dari diet yang mengurangi makan adalah pada saat yang bersamaan dengan berkurangnya konsumsi makanan anda, anda juga mengurangi nilai nutrisi yang masuk ke dalam diri anda.


Saat anda mengurangi nutrisi yang masuk ke badan anda, badan anda akan mengalami defisiensi nutrisi. Keadaan ini justru memperlambat metabolisme anda. Jika kondisi ini terus berlanjut, anda akan merasa cepat lelah atau lesu, dan mudah mengalami stress. Dan jika terus berlanjut lagi, badan anda akan mengalami break-down. Biasanya anda akan mengalami masalah dengan kesehatan anda. Bisa dalam bentuk gangguan pencernaan seperti maag, dsb.


Saat anda bermasalah dengan kesehatan, anda akan cenderung kembali untuk makan normal. Kecenderungannya adalah anda biasanya akan makan dengan porsi makan yang lebih besar dibanding sebelum berdiet (dikenal dengan "balas dendam"). Hasilnya anda akan kembali gemuk. Ini adalah penyebab mengapa banyak dari orang yang mengalami diet YO-YO. Turun tapi kemudian naik lagi. Dan saat anda menggemuk kembali anda akan ber-diet lagi. Proses ini terus berlanjut seperti lingkaran yang tidak pernah berakhir.


Ber-diet dengan cara tidak makan atau puasa adalah cara yang terburuk dalam sejarah penurunan berat badan.


So, bagaimana anda dapat menemukan makanan dengan kalori yang rendah tapi penuh dengan nutrisi yang dibutuhkan badan anda? 
Almost Impossible! Salah satu solusi adalah dengan menggunakan suplementasi.


Step By Step Program
Ketika anda mengikuti program ini, 10 hari pertama anda akan berlatih untuk memiliki kebiasaan baik – sarapan pagi. Kita akan tetap berkomunikasi dengan baik, sehingga saya bisa mengetahui pola makan anda selama periode tersebut.


 


Berdasarkan itu, saya bisa membuatkan program untuk manajemen berat badan untuk Anda, dan bisa memulai programnya di hari ke 11. Anda bisa memilih untuk menurunkan 1 kg per minggu atau 2 kg per minggu. Itu terserah Anda. Namun jika anda hanya ingin meneruskan sarapan paginya, juga tidak apa.
Kita menjadi sehat seumur hidup kita, setuju ya? Masa kita ingin sehat hanya 30 hari saja?


Jika anda ingin tahu tentang program ini dan sekaligus ingin melakukan pemesanan secara online, silahkan hubungi kami

Sun, 10 Nov 2013 @22:36

Mencari makanan dengan rasa yang alami

image

 












         


 




 


 


 


Jadi iri sebenarnya kalau melihat pembawa acara atau host jika melihat program tv yang bertemakan kuliner. Kenapa tidak? Mereka dapat dengan sangat santai dan dengan tampang yang nikmat melahap menu-menu yang tersedia. Duh...pengen juga sih kayak gitu...


        Sejak yudha bisa nonton tv sendiri, yang namanya acara mengenai kuliner ini yudha memang senang, mulai dari masak memasak atau sekedar santap melahap, yudha akan tonton terus. Dulu itu yang cukup populer adalah acara masak bareng Rudy Choirudin di salah satu stasiun tv swasta lokal, atau untuk yang luar negerinya itu yudha sering nonton acara masak Redzuawan Ismai alias Chef Wan. Nonton Chef Wan ini yudha paling suka karena acaranya berbahasa Inggris, jadi nama bumbu masakan seperti bawang, jahe, lengkuas, laos, dan rekan disebut dalam bahasa Inggris, cukup lucu dan menambah wawasan juga.


        Itu dulu, nah sekarang ini udah semakin beragam acara masak memasak (walaupun yudha kadang-kadang lupa jadwal tayangnya tapi biasanya tayang di Trans TV atau Trans7) seperti Ala Chef Farah Quiin, Gula-gula bareng Bara (yudha lebih senang nonton Gula-gula dibanding Ala Chef), atau Harmoni Alam (ini yang paling yudha suka, karena masaknya di alam terbuka dengan bahan-bahan yang didapat dari sekitar, cuman pake kompor portable, dan masaknya agak berantakan, lebih realistis gitu). Untuk acara luar negerinya kayak Rachel Ray di Metro Tv.


        Nah, soal acara santap menyantap, acara yang pertama kali yudha tonton itu acara makan-makan berbahasa mandirin (saluran tv luar negeri, nontonnya pake parabola) yang dibintangi oleh paman gendut (yudha lupa bagaimana orangnya, yang jelas sering main film Hongkong di tahun 90 an), terus acara TV Champion di TPI edisi makan, dalam artian adu makan paling banyak. Lanjut ke acara lokal seperti Selera Nusantara, Wisata Kuliner, Bedu Boelo, dan lain-lain lah, pokoknya banyak deh.


        Nah lalu apa? Kalau yudha perhatikan (terutama acara masak-memasak) mereka selalu menyebutkan bumbu-bumbu yang digunakan dalam masakan tersebut (dalam acara santap menyantap pun kadang-kadang hal ini ditanyakan juga), dan bumbu yang dipakaipun adalah bumbu-bumbu yang lazim digunakan sepertii garam, gula, merica dan lain-lainlah. Semuanya bumbu yang digunakan adalah bumbu alami (terutama masakan lokal) dan tidak menggunakan penguat rasa buatan (Monosodium glutamat atau msg). Dan inilah maksud yudha membuat tulisan ini...


        Bagi sebagian kita (terutama ibu rumah tangga, karena ibu rumah tangga yang sering masak) tidak pede masak kalau masakannya tidak diberi penguat rasa. Apalagi kalau rumah makan, ramuan bumbunya dikit penguat rasanya yang banyak dengan alasan biar hemat. Padahal (menurut nenek yudha) zaman dulu itu (beliau cerita dengan setting tahun perjuangan) bumbu masak itu cuman gula dan garam, tetap enak juga.


        Ya wajar aja enak, kan lagi masa susah saat itu, siapa pula yang mikirin tuk makan enak?...kalau begitu pertanyaannya, yudha pernah minta nenek yudha tuk masak masakan yang sama cara masaknya dengan yang dia bilang, pake gula dan garam, tetap enak dan sedap.


*****


        Hampir semua kita pasti pernah jajan bakso, nah coba perhatikan saat tukang bakso menyiapkan semangkuk bakso, pasti di mangkuk itu tukang baksonya menuangkan penguat rasa dan itupun jumlahnya cukup banyak, sampai menimbulkan gundukan kecil putih di dalam mangkuk sebesar genggaman tangan (mangkuk kecil msg nya banyak). Yudha sih pernah beli bakso yang tanpa penguata rasa, duh...ntah kemana-mana rasanya, kecuali kalau kuahnya itu kaldunya ok, ini kuahnya kayak air panas dikasih bawang goreng aja, ampun deh. Bahkan uni jual lotek di depan simpang pun pas mengulek kacang pun nuang bubuk putih ajaib itu di adonan kacangnya, alhasil, duh..enak banget, bikin nagih,...abis itu kepala agak pusing dan lidah menjadi kebas.


        Tidak dapat kita hindari, hampir semua masakan yang kita beli diluar (bukan masakan yang dibuat sendiri) pasti menggunakan penguat rasa, ntah itu ajinomotolah, sasa, royco, masako, tepung bumbu, pokoknya yang mengandung msg.


        Yudha bukannya ingin menambah kontroversi msg ini, TAPI YANG YUDHA INGINKAN ADALAH MAKAN MAKANAN DENGAN BUMBU YANG ALAMI, dengan rasa yang berasal dari bahan makanan, seperti di acara masak-memasak di tv itu, ada seperti di film Le Gran Chef, komik Master Cooking Boy, sebuah rasa masakan yang berasal dari bahan yang dimasak, bukan dari rasa yang telah diperkuat dengan bumbu buatan alias penguat rasa atau msg.


        Memang sih bagi sebagian orang kalau makan masakan tanpa msg rasanya hambar, itu karena lidah anda sudah kurang peka karena terlalu sering makan makanan yang rasanya dikuat dengan msg itu.


        Ya udah masak aja sendiri? Kata teman yudha, nah itu dia, kalau yudha masak sendiri berarti acara di tv itu bohong donk, masakan enak tapi dengan penguat rasa, koki apaan tu? Atau yang begituan cuman ada di tv dan film tapi tidak di dunia nyata, wah...kecewa saja....


        Walaupun demikian, yudha tidak alergi msg kok, kadang yudha juga suka jajan kuliner yang pastinya pakai penguat rasa atau msg, ya namanya juga selera. Namun yudha juga berharap dapat menemukan kuliner dengan rasa yang alami, rasa yang berasal dari bahan dan ramuan bumbu yang pas, bukan dari penguat rasa atau msg. Ada yang mau berbagi info?


 

Wed, 11 Apr 2012 @23:34

1 2 »

Selamat Datang
image

yudhakids


Herbalife Independen Member
Your Pesonal Wellness coach
Dumai :) Ceria
Jl Bintan No 12, Dumai Riau
Kak Marde

 

Kakmarde's Blog

JUST ANOTHER WORDPRESS.COM SITE

 

Komentar Terbaru
Copyright © 2017 yudhakids · All Rights Reserved