Artikel (18)

Keywords: buah pikiran

Semen Padang FC, pilihan berbuah manis

image

Akhirnya penantian selama 20 tahun usai sudah saat wasit meniupkan peluit tanda pertandingan berakhir. 3-1 untuk keunggulan tim tuan rumah Semen Padang FC atas tamunya Persiraja Banda Aceh. Sekaligus mengunci gelar juara Indonesia Premier League (IPL) musim perdana secara penuh. Ini merupakan gelar juara kedua setelah menjuarai Piala Liga tahun 1992 pada era Galatama yang diganjar dengan tiket tampil di Piala Winners Asia tahun 1993. Semen Padang juga sempat menjuarai Divisi Satu Galatama pada tahun 1983.

selengkapnya...

Mon, 16 Jul 2012 @22:15

Mencari makanan dengan rasa yang alami

image

 












         


 




 


 


 


Jadi iri sebenarnya kalau melihat pembawa acara atau host jika melihat program tv yang bertemakan kuliner. Kenapa tidak? Mereka dapat dengan sangat santai dan dengan tampang yang nikmat melahap menu-menu yang tersedia. Duh...pengen juga sih kayak gitu...


        Sejak yudha bisa nonton tv sendiri, yang namanya acara mengenai kuliner ini yudha memang senang, mulai dari masak memasak atau sekedar santap melahap, yudha akan tonton terus. Dulu itu yang cukup populer adalah acara masak bareng Rudy Choirudin di salah satu stasiun tv swasta lokal, atau untuk yang luar negerinya itu yudha sering nonton acara masak Redzuawan Ismai alias Chef Wan. Nonton Chef Wan ini yudha paling suka karena acaranya berbahasa Inggris, jadi nama bumbu masakan seperti bawang, jahe, lengkuas, laos, dan rekan disebut dalam bahasa Inggris, cukup lucu dan menambah wawasan juga.


        Itu dulu, nah sekarang ini udah semakin beragam acara masak memasak (walaupun yudha kadang-kadang lupa jadwal tayangnya tapi biasanya tayang di Trans TV atau Trans7) seperti Ala Chef Farah Quiin, Gula-gula bareng Bara (yudha lebih senang nonton Gula-gula dibanding Ala Chef), atau Harmoni Alam (ini yang paling yudha suka, karena masaknya di alam terbuka dengan bahan-bahan yang didapat dari sekitar, cuman pake kompor portable, dan masaknya agak berantakan, lebih realistis gitu). Untuk acara luar negerinya kayak Rachel Ray di Metro Tv.


        Nah, soal acara santap menyantap, acara yang pertama kali yudha tonton itu acara makan-makan berbahasa mandirin (saluran tv luar negeri, nontonnya pake parabola) yang dibintangi oleh paman gendut (yudha lupa bagaimana orangnya, yang jelas sering main film Hongkong di tahun 90 an), terus acara TV Champion di TPI edisi makan, dalam artian adu makan paling banyak. Lanjut ke acara lokal seperti Selera Nusantara, Wisata Kuliner, Bedu Boelo, dan lain-lain lah, pokoknya banyak deh.


        Nah lalu apa? Kalau yudha perhatikan (terutama acara masak-memasak) mereka selalu menyebutkan bumbu-bumbu yang digunakan dalam masakan tersebut (dalam acara santap menyantap pun kadang-kadang hal ini ditanyakan juga), dan bumbu yang dipakaipun adalah bumbu-bumbu yang lazim digunakan sepertii garam, gula, merica dan lain-lainlah. Semuanya bumbu yang digunakan adalah bumbu alami (terutama masakan lokal) dan tidak menggunakan penguat rasa buatan (Monosodium glutamat atau msg). Dan inilah maksud yudha membuat tulisan ini...


        Bagi sebagian kita (terutama ibu rumah tangga, karena ibu rumah tangga yang sering masak) tidak pede masak kalau masakannya tidak diberi penguat rasa. Apalagi kalau rumah makan, ramuan bumbunya dikit penguat rasanya yang banyak dengan alasan biar hemat. Padahal (menurut nenek yudha) zaman dulu itu (beliau cerita dengan setting tahun perjuangan) bumbu masak itu cuman gula dan garam, tetap enak juga.