Skripsi itu tak sesulit yang dibayangkan, tapi memang tak semudah yang diharapkan

image

Menyelesaikan skripsi di jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Andalas atau Skripsi Akuntansi Unand

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, skripsi adalah karangan ilmiah yang wajib ditulis oleh mahasiswa sebagai bagian dari persyaratan akhir pendidikan akademisnya. Oleh karena itu apapun yang terjadi selama tidak ada kejadian luar biasa atau yang biasa kita sebut dengan Extra-Ordinary maka skripsi harus dan wajib kita selesaikan.

            Ada beberapa titik kritis dalam pembuatan skripsi yang membuat kita kesulitan untuk menyelesaikannya, tentu saja ini berakibat dengan lamanya kita menulis skripsi dan efek terakhirnya tentu lamanya kita studi. No skripsi No kompre dan tentu saja No Wisuda.

            Titik kritis pertama adalah menulis proposalnya. Banyak teman-teman yang akhirnya harus menambah masa studinya karena belum juga membuat proposal penelitian atau skripsi. Sedikitnya ada 3 alasan mengenai ini:

1.      Ada yang beralasan semester ini masih ada kuliah sehingga mau konsentrasi dulu pada kuliah

Alasan yang basi, padahal dengan konsentrasipun pada kuliah belum tentu akan mendapatkan hasil maksimal. Apalagi jika sudah semester akhir tentu matakuliah yang diambil tidak sebanyak matakuliah di awal kuliah dulu, kecuali kalau anda banyak mengulang matakuliah karena nilai yang jelek. Itu sih pantas.

2.      Ada yang beralasan belum ketemu judul

Ini juga alasan yang menurut Yudha cukup aneh, meskipun alasan ini pernah Yudha pakai. Buat apa judul dicari-cari, yang utama adalah temukan permasalahannya, bukankah bab pendahuluan mengemukan masalah dalam penelitian kita? Menurut Yudha ini lebih disebabkan oleh kurangnya wawasan dalam ilmu yang dipelajari sehingga miskin kreasi dan analisa.

Makanya banyak yang menyarankan ketika kita akan menyusun skripsi untuk membaca artikel atau jurnal. Biasanya disana muncul ide walaupun ide penulisan skripsi itu hanya duplikasi atau replikasi dari penelitian sebelumnya. Namun tetap saja minat dan ketetarikan terhadap suatu penelitian yang mendorong kita untuk memilih suatu permasalahan untuk dijadikan skripsi.

Intinya kita harus banyak membaca!

3.      Dan lain-lain

Dan lain-lain yang pasti akan menghambat kita dalam menulis skripsi adalah belum lulus matakuliah prasyarat. Ada juga yang memilih-milih pembimbing, tak bisa disangkal, beberapa dosen memang menjadi harapan oleh mahasiswa dalam bimbingan skripsi. Tentu saja itu dilihat dari track record dosen tersebut, tak perlu rasanya Yudha sebutkan siapa dosen di jurusan kita (Akuntansi Unand) yang enak dan seru jika beliau menjadi pembimbing skripsi kita.

            Titik kritis yang kedua adalah menyelesaikannya. Banyak teman-teman yang terkendala disini. Penyebab utamanya adalah malas, baik saat itu ada kuliah maupun tidak. Selain itu tentu saja ada penyebab lain yang kadar signifikansinya cukup, seperti:

1.      Pembimbing sibuk banget dan sering keluar kota (beberapa dosen kita memang ada yang sulit ditemui),

2.      Pembimbing kurang paham mengenai penelitian kita. Biasanya ini terjadi untuk pemerataan beban kerja bagi dosen, memang hal ini membuat kita agak jengkel, namun apa boleh buat, dosen yang kita anggap paham dengan penelitian kita sedang penuh kuota bimbingannya, sehingga kita dialihkan ke dosen yang lain.

Kalau yang jadi penyebabnya dosen kayak itu aja, selebihnya adalah kelalaian kita. Malas input data misalnya, mengetiknya malas, bingung SPSS.

Rasanya itu saja titik kritisnya (Lho?) berarti titik kritis semua donk?....yups…menyelesaikan skripsi adalah titik kritis bagi setiap mahasiswa S1.

Ada sedikit pengalaman yang ingin Yudha bagi terkait pengalaman dan pandangan bagaimana skripsi dilihat dari kacamata Yudha, karena kebetulan Yudha memang berkaca mata. Ini dihimpun dari pengalaman sendiri, kurang lebih.

 

1.      Siapkan draft proposal skripsi, surat pemohonan penelitian dengan memuat nilai Teori akuntansi, sistem pengendalian manajemen, dan metodologi penelitian beserta potokopi KHS yang memuat ketiga nilai tersebut.

Yang penting proposal sudah masuk, semakin lama anda menahan diri untuk mengajukan skripsi, semakin lama anda menyelesaikannya.

2.      Masukkan kedalam sebuah map dan berikan ke biro

3.      Tunggu beberapa hari, paling cepat 1  minggu, paling lama bisa berbulan-bulan, hal ini bisa saja terjadi jika Ketua Jurusan menahan-nahan memberikan Surat Keputusan (SK) dosen pembimbing karena hanya sedikit proposal skripsi yang diajukan. Jadi nunggu banyak dulu baru SK diterbitkan.

4.      Setelah kita menunggu, maka akan diterbitkan SK penunjukan dosen pembimbing, potokopi rangkap 2, kopian pertama untuk biro, kopian 2 kita yang megang (jangan sampai hilang), yang asli berikan ke dosen pembimbing. Hilangpun juga tidak apa-apa karena dikemudian hari potokopian SK ini tidak dibutuhkan untuk mendaftar seminar.

5.      Mulai bimbingan dengan proses sebagai berikut (yang Yudha alami)

a.       Memberikan draft proposal

b.      Perbaikan proposal

c.       Setelah disetujui rubah menjadi bab 1, 2, dan 3

d.      Perbaikan bab 1, 2, dan 3

e.       Setelah disetujui kerjakan bab 4 dan 5

f.        Konsultasi bab 4

g.       Kalau bab 4 selesai, langsung selesaikan juga bab 5. Untuk menghemat waktu, serahkan bab 4 dan 5 sekaligus.

h.      Kalau bab 5 sudah selesai, langsung jadikan draft skripsi dan berikan ke pembimbing

6.      Draft diperiksa pembimbing, siapkan surat persetujuan draft

7.      Usahakan daftar kehadiran skripsi sudah terpenuhi jauh-jauh hari, kalau dapat sebelum membuat proposal  jumlah kehadiran sudah memenuhi syarat

8.      Perbaikan draft dan sertakan surat persetujuan skripsi. Unduh disini..

9.      Setelah draft di setujui yang dinyatakan dengan tanda tangan pembimbing pada surat persetujuan skripsi, kita siap untuk seminar skripsi

10.  Untuk menghemat tenaga dan biaya, usahakan cari teman untuk seminar, maksimal 2 orang karena 1 kali seminar maksimal 3 skripsi.

11.  Mencari teman ini memang agak susah-susah gampang, karena kita harus saling menyesuaikan jadwal pembimbing masing.

Mencari teman seminar ini juga harus diwaspadai, siapakah pembimbingnya? Komposisi dosen penelaah juga akan menentukan suasana dan kesuksesan seminar kita yang nantinya akan berimbas pada nilai seminar skripsi. Biasanya ada kombinasi tertentu dari dosen yang cocok untuk disbanding, baik beliau sebagai penelaah maupun sebagai pembimbing skripsi kita atau teman seminar kita.

Kalau sudah ketemu jadwal yang pas...langkah selanjutnya adalah:

12.  Lapor ke sekretaris jurusan bahwa kita akan seminar skripsi, kapan jadwalnya, siapa yang seminar, apa judul skripsi dan pembimbing serta penelaah, jika sudah jangan lupa isi buku agenda seminar skripsi di biro dan buat pengumuman di papan pengumuman

13.  Hubungi juru kunci ruang seminar dan siapkan sedikit dana untuk uang kebersihan

14.  Slide presentasi sebaiknya dikopi sebanyak 20 bh saja, karena yang hadir biasanya hanya sekitar 20an orang, kecuali diiming-imingi kue yang enak.

15.  Pada hari H, jangan lupa minta lembar penilaian skripsi di biro dan letakkan di meja penelaah.

16.  Siapkan diri…kita seminar

17.  Selesai seminar kita diminta merevisi skripsi dalam jangka waktu 2 minggu, laksanakan dengan baik

18.  Kalau kita ingin segera kompre, maka yang harus disegerakan adalah  meminta pembimbing menandatangani surat tanda perbaikan skripsi.

19.  Ada baiknya skripsi segera kita selesaikan dan dijilid, karena ini berkaitan dengan pendaftaran wisuda

20.  Jika sudah selesai direvisi, ajukan ke pembimbing untuk mendapatkan nilai skripsi. Unduh disini. Perhitungan nilai skripsi sebagai berikut

1.       Nilai dari seminar skripsi:  ini porsinya 30%.

2.       Nilai dari pembimbing setelah skripsi direvisi.

Kalau nilai seminar skripsi kita kurang memuaskan, maka tidak ada salahnya memohon belas kasihan dosen pembimbing agar nilai yang beliau berikan sedikit dilebihkan. Sekurang-kurangnya nilai kita jadi A.

Jangan terlalu dipesulit mengenai skripsi ini, apapun itu, skripsi tetaplah sebuah syarat untuk mendapatkan gelar sarjana. Tidak perlu yang terlalu wah, duplikasi atau replikasi juga boleh, tapi tetap dengan mempertahankan etika penulisan, jangan di copypaste semua bab 1 sampai bab 3 skripsi orang.

Masukkan juga hasil pemikiran kita sendiri, terutama untuk bab 1 dan 3, karena disanalah letaknya originalitas pemikiran sendiri, walaupun nantinya masih didominasi oleh copypaste-an dari skripsi atau artikel orang lain. Bab 2 di copypaste semua juga tidak apa-apa asal masih relevan dengan penelitian kita dan sebaiknya di update jika kerangka konseptual memang mengalami perubahan.

Jika nanti menggunakan SPSS dan kita mengalami kesulitan dalam mengolah datanya, menggunakan jasa pihak ketiga juga tidak apa-apa asal kita paham bagaimana menjelaskan hasil statistik yang didapat.

Cobalah untuk serius dan sedikit idealis dalam menyelesaikan skripsi, sebuah skripsi yang dibuat tidak dengan kerja keras yang sungguh-sungguh maka pada saat seminar akan ketahuan juga dari banyaknya celah-celah yang muncul saat presentasi. Apalagi kalau dapat penelaah yang cermat, bisa habis dikuliti penelitian kita. Tentu mereka berkomentar dengan bahasa yang baik, tapi tetap saja bikin kuping panas dan malu.

Sungguh-sungguh adalah kunci menyelesaikan skripsi. Untuk Yudha pribadi perlu waktu sekitar 1 tahun, SK keluar pada bulan Desember 2009, seminar skripsi bulan Desember 2010. Tapi efektifnya sekitar 6 bulan, untuk menyelesaikan skripsi setelah dihitung cuman butuh waktu 3 bulan saja. Ya apa boleh buat, lalai sih…

Ayo….kita selesaikan skripsi kita!

 

Mon, 14 Feb 2011 @11:44


7 Komentar
image

Thu, 3 Mar 2011 @16:21

mutia

yuk mari..
makasi ya pencerahannya. mudah2an saya bisa lebih sungguh2 niii.. terlalu lama skripsi ini terabaikan. semangat semangat semangaaaaat :)

image

Thu, 13 Oct 2011 @17:57

Betsey

There's a serect about your post. ICTYBTIHTKY

image

Sat, 10 Dec 2011 @12:10

Dwi Yudha Hady Putra

Betsey: what secret?

image

Fri, 9 Mar 2012 @07:52

amelia silvi latisha

oiy ngomong"" sebaiknya kita nunggu sk keluar dulu atau sebelumya kita harus kekantor instansi yg akan kita teliti untuk memastikan bisa melakukan penelitian disitu tidak,misal sk belum keluar tp sdh ngurus surat permohonan penelitian skripsi di tu dan setelah itu memberikan kekantor instansi yg dtelti,bisa tidak// untuk mastiin sj seh objeknya bisa tidak (tp blm dpt sk),kalau begitu gmn..?

image

Fri, 9 Mar 2012 @17:59

Dwi Yudha Hady Putra

Amelia:

nunggu SK dulu atau ke instansi dulu?...pertanyaan yang menarik...jadi gini...kedua-duanya bisa saja dilakukan..maksudnya..nunggu SK dulu boleh...atau ke instansi dulu minta data juga boleh..cuman dengan syarat dan ketentuan yang berlaku dengan pertimbangan sebagai berikut (berdasarkan pengalaman teman2:

1. bisa saja minta membuat surat permohonan penelitian kepada instansi yang dimaksud dengan harapan kalau instansi setuju (biasanya kalau ada koneksi atau "orang dalam" penetlian kita bisa disetujui), kita tinggal nunggu Sk aja trus penelitian langsung jalan...tapi dengan kondisi bahwa ketika SK keluar dan dapat dosen pembimbing..si dosen pembimbing tidak melakukan tindakan yang ekstem, misal ganti judul atau ganti instansi misalnya)

2. kalau nunggu SK dulu...akan ada waktu yang terlewatkan...tapi kalau masih ada kuliah ya ng apa-apa, ada pengisi waktu luang..tapi kalu cuman skripsi aja...ya rugi waktu dong..

image

Fri, 9 Mar 2012 @18:02

Dwi Yudha Hady Putra

jadi....sebaiknya pastikan kita mendapatkan persetujuan melakukan penelitian di instansi yang bersangkutan...baru ajukan SK...dan berharap setelah dapat SK, dosen pembimbing tidak melakukan tindakan yang ekstrem tadi.selamat berjuang! :)

image

Thu, 25 Jul 2013 @00:49

Muhammad Ramadhan

link download nya udah pada mati semua bg,,
fix them donk bg,,
butuh format nya bg,,


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 1+1+3

Selamat Datang
image

yudhakids


Herbalife Independen Member
Your Pesonal Wellness coach
Dumai :) Ceria
Jl Bintan No 12, Dumai Riau
Kak Marde

 

Kakmarde's Blog

JUST ANOTHER WORDPRESS.COM SITE

 

Komentar Terbaru
Copyright © 2018 yudhakids · All Rights Reserved