VUCA dalam 500 kata

VUCA??? Makanan jenis apa itu? Barangkali itulah hal yang telintas di benak kita. Apakah dia istilah baru? Oh tentu tidak, istilah itu muncul pada tahun 1987 mengacu pada teori-teori kepemimpinan Warren Bennis dan Burt Nanus untuk menggambarkan Volatile (bergejolak), Uncertain (tidak pasti), Complex (kompleks), dan Ambigue (tidak jelas) pada situasi bisnis saat ini. Dan disingkat menjadi VUCA.

Mari kita bahas satu per satu dengan Bahasa sederhana agar kepala tidak terlalu terperas ditengah kondisi malas gerak karena kebanyakan WFH alias Work From Home😊. 

Volatile adalah sebuah lingkungan bisnis yang labil, berubah amat cepat dan terjadi dalam skala besar. Dalam artian dimana suatu kondisi tiba-tiba merubah segalanya. Contoh ya situasi pandemic covid ini. Situasi berubah saat semua orang membutuhkan masker, hand sanitizer, dan Alat Pelindung Diri lainnya.

Uncertain: sulitnya memprediksi dengan akurat apa yang akan terjadi. Kalau di bawakan ke kondisi pandemic ini, sulit memprediksi kapan wabah ini akan berakhir. Jangankan untuk berakhir, untuk mengurangi mereka yang terpapar saja susahnya minta ampun.

Complex: tantangan menjadi lebih rumit karena multi faktor yang saling terkait. Benar sekali. Mengurai penyebab naiknya mereka yang terpapar covid itu ya sulit. Mau pembatasan ketat? Hanya boleh dirumah saja, tentu tidak bisa. Semua orang butuh makan, makanan itu perlu diolah, diolah setelah dibeli di pasar, di pasar kita bertemu orang. Pokoknya rumit dan ruwetlah.

Ambiguous: ketidakjelasan suatu kejadian dan mata rantai akibatnya. Ya itu tadi, informasi yang simpang siur. Istilah ORT alias Orang Tanpa Gejala saja sudah ambigu dan membuat orang bingung sekaligus paranoid. Di satu sisi dilarang berkumpul-kumpul, eh disisi lain kalau kita lihat di media sosial bukannya tidak ada mereka yang posting kebersamaan.

Lalu pertanyaannya? Dengan situasi yang senantiasa bergejolak, tidak pasti, sangat rumit dan tidak ada kejelasan, terus apa yang bisa kita lakukan untuk menghadapi kondisi tersebut? Minimal untuk diri kita sendiri lah.

Sebenarnya kalau level kita masih pekerja atau pelaksana perintah, situasi tersebut tidak terlalu bepengaruh karena kita hanya menjalan perintah saja. Kalau pun kita harus membuat keputusan, itu pun tentu levelnya keputusan teknis, bukan keputusan strategis. Karena level strategis tentu bagiannya level manajemen atas alias Top Level Management. Jadi kita yang level pelaksana ini cukup beruntunglah. Hehehe 😊

Namun bukan berarti kita tidak bisa berkontribusi, kontribusi kita minimal adalah mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan kita dengan berkualitas dan tuntas. Karena begitu kita bisa melakukannya, tentu ini akan memberikan sedikit gambaran terhadap keputusan yang dibuat oleh level manajemen atas tadi. Apakah keputusan itu sesuai dengan situasi yang dihadapi atau belum. Ya minimal bos bos kita bisa mengambil kesimpulan lah, oh kayaknya cara seperti ini cocok untuk saat ini. Tentu itu sangat membantu mereka bukan?

Terlalu tinggikah pembahasan kita ini? Ya sepertinya tidak juga, cuman kalau saya diizinkan atau diperbolehkan untuk menganalogikan atau memisalkan VUCA ini sebagai sebuah makhluk. Maka saya ingin mengatakan bahwa sebenarnya kita sudah sering atau terbiasa berhadapan dengan makhluk VUCA ini. Karena karakteristiknya sangat mirip dan hampir identik. Senantiasa bergejolak, memberikan ketidakpastian pada kita, komplek kalau berurusan dan pastinya sikapnya yang sering ambigu atau membuat kita salah paham.

Mau tahu siapa dia? Dia adalah WANITA.

Thu, 4 Feb 2021 @15:54


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Selamat Datang
image

yudhakids


Akuntan yang ngurusin pangan seraya ngurusin berat badan
Kak Marde

 

Kakmarde's Blog

JUST ANOTHER WORDPRESS.COM SITE

 

Komentar Terbaru
Copyright © 2021 yudhakids · All Rights Reserved