Tidur dan Kenaikan Berat Berat Badan

image

Tahukah anda bahwa kurang tidur berhubungan dengan naiknya berat badan? Dalam hal ini, kita akan membahas mengenai hubungan antara tidur dan kelebihan berat badan.

 

Kebanyakan orang mengira bahwa makan berlebih dan kurang olahraga adalah jawaban saat ditanya mengapa kelebihan berat badan. Akan tetapi ada banyak studi yang menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur berisiko tinggi untuk mengalami kenaikan berat badan.

 

Faktor utama adalah hormon yang disebut dengan “Leptin” dan “Ghrelin”.

 

Leptin adalah hormon protein yang dikeluarkan dari jaringan lemak dan mengirimkan sinyal ke otak yang memberikan dampak pada pengaturan berat badan dan metabolisme. Jika lemak tubuh meningkat, jumlah Leptin yang disekresikan akan meningkat. Selama tidur, dimana tingkat Leptin naik, Leptin mengirimkan sinyal kepada otak bahwa kita memiliki banyak energi sehingga tidak ada ransangan lapar atau  kebutuhan untuk membakar kalori. Namun, saat kita tidak tidur cukup dan akibatnya Leptin di tubuh terlalu sedikit, otak kita akan mengirimkan sinyal bahwa kita kekurangan energi meskipun kita sebenarnya tidak memerlukan makanan pada waktu itu. Kemudian, langkah berikutnya adalah menimbun kalori yang kita makan sebagai lemak sehingga kita akan mendapatkan energi yang cukup saat kita memerlukannya. Penurunan Leptio yang diakibatkan oleh kurangnya tidur dapat mengakibatkan perasaan lapar terus menerus dan keterlambatan umum metabolisme kita.

 

Hormon utama lainnya adalah Ghrelin, yang disekresikan oleh perut pada saat kita lapar dan memperkuat nafsu makan kita. Tujuan Ghrelin pada dasarnya adalah benar-benar kebalikan dari Leptin: mengatakan kepada otak kita saat kita perlu makan, saat otak harus berhenti membakar kalori dan saat harus menimbun energi sebagai lemak. Orang yang tidak cukup tidur pada akhirnya akan memiliki kebanyakan Ghrelin di dalam tubuh, jadi tubuh kita mengira kita lapar dan perlu lebih banyak kalori dan mulai berhenti membakar kalori tersebut karea ia mengira ada kekurangan kalori.

 

Dalam suatu eksperimen yang melibatkan 1.024 subjyek, data menunjukkan bahwa mereka yang kurang tidur memiliki tingkat Leptin yang rendah namun Ghrelin yang tinggi. Alterasi hormon-hormon ini akan mengakibatkan kenaikan BMI.

 

Sebagai tambahan, ada banyak studi yang menunjukkan kurangnya tidur berhubungan juga dengan penyakit diabetes, tekanan darah tinggi dan juga kenaikan berat badan.

 

Jangan menganggap remeh dampak dari tidur tak cukup karena hal tersebut berdampak pada berat badan kita dan kesehatan kita secara keseluruhan. Periksa pola tidur kita dan pastikan kita tidur cukup dan berkualitas.

 

Tahukah Anda?

 

Tidur pendek berhubungan denga tingkat leptin rendah dan ghrelin yang tinggi. Karena itu, perubahan ini dalam leptin dan ghrelin dapat menyebabkan ransangan ganda yang kuat untuk mengasup makanan yang dapat melipatgandakan berat badan.

 

Butuh bantuan untuk mengendalikan berat badan dan meningkatkan kesehatan? Hubungi kami!

 

 

*PLOS medicine 2004 Dec 1(3)

Mon, 28 Oct 2013 @22:19


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 0+0+6

Selamat Datang
image

yudhakids


Herbalife Independen Member
Your Pesonal Wellness coach
Dumai :) Ceria
Jl Bintan No 12, Dumai Riau
Kak Marde

 

Kakmarde's Blog

JUST ANOTHER WORDPRESS.COM SITE

 

Komentar Terbaru
Copyright © 2017 yudhakids · All Rights Reserved