Terlalu Gemuk dan Kurang Gizi*

image

Saat kita mendengar ada seseorang yang kurang gizi, kebanyakan dari kita akan membayangkan seseorang yang kelaparan, tentu saja orang yang kekurangan nutrien dan kalori yang cukup adalah kurang gizi, namun kurang gizi dapat terjadi saat kalori bertimbun. Hanya diperlukan kelebihan makanan dengan nilai nutrisi yang cukup. Jadi, inilah kosakata baru bagi kita: “Malnubesity”. Gabungan dari kurang gizi dan obesitas yang terdengar seperti konflik terminologi, namun pada kenyataannya, malnubesity itu nyata – banyak dari kita yang terlalu gemuk dan kurang gizi.

 

Bagaimana bisa demikian? Kita harus melihat sejarah evolusi kita demi mendapatkan penjelasannya. Nenek moyang kita di zaman purba harus makan banyak makanan agar dapat memenuhi kebutuhan kalori mereka. Satu hal, mereka benar-benar aktif – membakar ribuan kalori seharinya sejalan dengan perburuan makanan mereka. Dan, diet yang penuh dengan tumbuh-tumbuhan tidak memiliki sumber kalori terkosentrasi secara berlimpah. Namun di dunia modern, pasokan makanan kita dipenuhi dengan kalori yang diproses tinggi, makanan yang berperasa yang kurang nutrien vital. Dan karena itu kita memiliki jalur yang mendorong kita untuk memakan makanan tersebut – dan bahkan menghargai diri kita atas mengkonsumsi makan tersebut – kita menjadi lebih gembira.

 

Sebagian akibatnya, banyak dari kita kebanyakan makan dan kurang gizi. Dengan diet yang memasok kalori berlebihan dan kurang vitamin, mineral dan antioksidan, kesehatan kita akan menderita. Lapisan lemak sedikit itu satu hal, namun malnubesity mendorong lemak untuk berdiam di tempat-tempat yang tidak biasa – di sekitar organ vital, seperti di lever dan pankreas, kemudian terdorong ke dalam sel dan secara signifikan berdampak pada kinerja organ.

 

Tubuh kita dibuat untuk bisa sangat aktif namun kalori kita tidak setangguh para nenek moyang kita. Banyak dari kita bekerja di situasi yang tidak membuat kita bergerak sama sekali. Tubuh kita juga dibangun untuk mengkonsumsi makanan berkualitas tinggi yang bisa didapat dari alam, namun kita hidup di lingkungan yang disebut dengan “obesogenic” – kita dikelilingi oleh makanan yang mudah didapat dan diproses tinggi dengan kalori tinggi.

 

Ketidakcocokan antara genetik kita dan gaya hidup kita ini mengarah pada suatu paradoks kurang gizi dibarengi dengan obesitas. Kita makan benar-benar terbalik dengan cara yang seharusnya. Kita harus mengkonsumsi makanan dari tumbuh-tumbuhan dan protein yang akan memaksimalkan kualitas di kalori yang relatif rendah.

 

Dan kita harus bergerak juga. Kebanyakan dari kita tidak membakar 6.000 kalori per harinya – tapi kita makan seolah-olah kita sudah melakukannya.

 

Tahukah Anda?

Aktifitas rutin memiliki banyak manfaat, dan merupakn pengendali stress, membantu menjaga berat badan dan mengurangi risiko terkena penyakit kronik parah

 

Mulailah hari anda dengan nutrisi yang baik

Untuk info lebih lanjut, hubungi kami.

 

*Susan Bowerman MS, RD, CSSD

 

 

Sun, 20 Oct 2013 @22:37


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 0+8+4

Selamat Datang
image

yudhakids


Herbalife Independen Member
Your Pesonal Wellness coach
Dumai :) Ceria
Jl Bintan No 12, Dumai Riau
Kak Marde

 

Kakmarde's Blog

JUST ANOTHER WORDPRESS.COM SITE

 

Komentar Terbaru
Copyright © 2017 yudhakids · All Rights Reserved